Panen Jagung Lahan Kering, BRMP dan Pemkot Dukung Produktivitas
Manado,-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) hadir langsung memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Baitel Batusaiki Molas di Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Poktan tersebut baru saja merayakan keberhasilan panen jagung hibrida di lahan kering seluas sekitar 2,0 hektar.
Panen ini berlangsung di tengah musim kemarau yang cukup panjang dan menantang bagi petani. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pengelolaan lahan kering tetap dapat menghasilkan panen yang memuaskan.
Pengurus Komisi Penggalangan Sumber Daya menjelaskan bahwa kelompok memanfaatkan tong air berkapasitas 5.500 liter untuk pengairan. Dukungan fasilitas dan bantuan jemaat GMIM Baitel Batusaiki Molas menjadi kunci kelancaran budidaya hingga panen.
Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut yang diwakili Fredy Lala, menyampaikan kabar baik terkait produksi benih jagung. Fredy Lala menjelaskan bahwa BRMP sedang mengembangkan benih sumber varietas Jakarin yang tahan kekeringan di Kelurahan Pandu.
Tanaman jagung varietas tersebut kini telah berumur 41 hari setelah tanam dan memperlihatkan pertumbuhan yang sehat. Keberadaan benih unggul ini diharapkan menjadi solusi bagi petani yang menggarap lahan dengan keterbatasan air.
Wakil Walikota Mando Richard Henry Marten Sualang dalam sambutannya mengapresiasi jemaat yang berhasil mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Langkah ini dinilai dapat memperkuat ekonomi warga sekaligus menekan angka inflasi daerah.
Pemanfaatan lahan kosong juga dinilai efektif mencegah munculnya titik panas yang berisiko memicu kebakaran lahan. Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk terus mendukung kelompok tani yang bekerja dengan sungguh-sungguh.
Bukti nyata dukungan tersebut ditunjukkan melalui penyerahan sepuluh unit handsprayer otomatis kepada sepuluh kelompok tani. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah pemeliharaan tanaman dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Danramil, Camat, Lurah, serta unsur masyarakat setempat. Kehadiran lintas pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk kemajuan pertanian perkotaan yang berkelanjutan.